//
you're reading...
Aremania

Mengenal Sang Dirigen- Aremania – Yuli Sumpil

Supporter – Bagi yang belum mengenal Yuli Sumpil, tokoh dalam The Conductors, film dokumenter teranyar karya Andi Bachtiar Yusuf. Berikut ini adalah tulisan Antariksa yang ada di aremania.web.id yang mudah-mudahan bisa memberikan informasi tentang sosok dan keseharian Yuli Sumpil.

The Conductors berusaha untuk mengungkap sisi lain dari Addie MS (Twilite Orchestra), AG Sudibyo (Paduan Suara Mahasiswa UI) dan Yuli “Sumpil” (Aremania), menampilkan kiat dan semangat dari anak manusia yang sangat mencintai profesinya tersebut. Film yang telah diputar pada ajang Jakarta International Film Festival (JiFFest) 2007 lalu tersebut merupakan karya dokumenter kedua pria yang lebih akrab dipanggil “Ucup” setelah The Jak (2007). Dan setelah premiere di Jakarta, akan diputar di Bandung, Malang, Semarang, Yogyakarta, Jember, Purwokerto, Pusan (Korea Selatan).

“Cita-cita saya, pagar besi pembatas tribun dengan lapangan nanti tidak perlu ada lagi. Jadi kita menonton sepakbola dengan enak, tidak ada perkelahian, tidak ada suporter yang mengganggu pemain. Saya juga ingin semua golongan bisa bersatu di sini. Kaya atau miskin, laki-laki atau perempuan, Cina atau bukan Cina, pejabat atau orang biasa, Islam atau Kristen, di sini semuanya bisa sama,”

Laki-laki muda itu sudah menjadi suporter fanatik klub sepakbola kotanya sejak masih anak-anak. Ia lahir dan tinggal di Malang, Jawa Timur, dan klub sepakbola itu bernama Arema (Arek Malang). Yuli Sugianto adalah salah satu suporter paling populer di kalangan Aremania, sebutan bagi suporter Arema. Bersama suporter Persebaya (Persatuan Sepakbola Surabaya) yang disebut Bonek (bandha nekat, modal nekat), Aremania terkenal sebagai suporter paling fanatik dalam sejarah sepakbola Indonesia.

Yuli berkisah sudah sejak anak-anak ia selalu berusaha melakukan apa saja demi menonton pertandingan Arema. Semasa duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) misalnya, jika tak ingin terlambat datang ke stadion, ia harus membolos sekolah sore. Dan jika pertandingan berlangsung di luar kota, itu berarti ia harus siap sejak pagi, bersiap menunggu di pinggir jalan raya, dan siap melompat ke dalam bak truk atau mobil angkutan barang lain untuk menuju kota tujuan.

Sekarang Yuli adalah dirigen Aremania. Seorang dirigen, layaknya seorang konduktor dalam pertunjukan orkestra, adalah orang yang memimpin para suporter untuk menyanyi dan menari dalam sebuah pertandingan sepakbola. Seorang dirigen menentukan lagu mana yang harus dinyanyikan dan gerakan tubuh macam apa yang mesti dilakukan. Aremania punya dua dirigen. Selain Yuli juga ada Yosep, yang biasa dipanggil Kepet.

Yuli saat memimpin di Kanjuruhan dan Senayan

Singamania , Yuli(Aremania), Jakmania, Paserbumi saat demo di kantor PSSI

Yuli menyuarakan aspirasi bersama di Jakarta

Di kalangan Aremania, dirigen dipilih dengan cara yang tidak terlalu rumit. Tidak ada pemungutan sura yang berlangsung dengan ketat. Seseorang dipilih menjadi dirigen karena penampilan fisiknya yang menarik (ceria, nyentrik, dll.), kemampuannya berkomunikasi dengan suporter lain, dan kemampuannya membangkitkan semangat suporter untuk terus memotivasi tim yang didukungnya. Oleh sejumlah suporter seorang dirigen ditunjuk dengan cara yang sulit dijelaskan, hampir kebetulan saja, sebelum sebuah pertandingan sepakbola dimainkan. Tetapi begitu seorang dirigen terpilih, jabatan itu akan disandangnya terus, tanpa batas waktu yang jelas, sampai ia mengundurkan diri atau kehilangan kemampuan untuk memimpin. Begitulah, tujuh tahun lalu dan Kepet terpilih begitu saja sebagai dirigen Aremania. Dan hanya kepada mereka berdualah 30 ribuan Aremania mau tunduk. “Mungkin saya dipilih karena berambut gondrong dan suka menari sambil memanjat pagar pembatas lapangan. Kalau Kepet mungkin karena ia punya banyak teman. Ia kan tinggal dekat stadion,” kata Yuli.

Di Stadion Gajayana Malang, markas Arema, Yuli dan Kepet mesti berbagi wilayah kekuasaan. Wilayah kekuasaan Yuli adalah tribun bagian timur, tepat di bawah papan skor. Wilayah Kepet adalah tribun bagian selatan. Sementara tribun VIP dibiarkan tanpa dirigen.

Pertandingan sepakbola biasanya dimulai jam 4 sore, tetapi para suporter sudah memadati stadion sejak 2 jam sebelumnya. Mereka memainkan genderang, terompet, menyanyi, menari dan menyulut kembang api dan petasan. Sebelum dirigen datang, atraksi-atraksi ini berlangsung sporadis, dalam kelompok-kelompok kecil, dan tidak kompak. Tetapi begitu mereka melihat kedatangan Yuli dan Kepet, secara otomatis semuanya akan bertepuk tangan dan bertempik-sorak seperti menyambut kedatangan presiden mereka. Yuli dan Kepet tersenyum, dan begitu mereka melambaikan tangan, ribuan suporter ini menjadi lebih tenang. Semua musik, lagu, dan tarian dihentikan. Yuli dan Kepet akan segera menaiki singgasana mereka, yaitu pagar besi pembatas lapangan setinggi 2 meter. Mereka mulai menjalankan tugasnya; sambil berdiri di atas pagar menghadap ke tribun penonton mereka menggerakkan tangan dan kaki, memiringkan dan memutar tubuhnya ke kiri, kanan, depan, dan belakang sebagai alat untuk memberi aba-aba. Ribuan penonton menjadi kompak dan memainkan musik, menyanyi, dan menari. Semuanya mengikuti aba-aba dan contoh gerakan yang dilakukan Yuli dan Kepet.

Sepuluh menit sebelum pertandingan dimulai, Yuli dan Kepet memberi aba-aba berhenti. Kalau mereka sudah menaikkan tangan kanan ke atas, itu artinya tarian akan berhenti dan para suporter akan segera menyanyikan lagu Padamu Negeri.[1] Para pemain memasuki lapangan, wasit meniup peluit, pertandingan segera dimulai, tarian dan lagu dimainkan kembali. Karena atraksi-atraksinya yang menarik, Arema pernah memenangi penghargaan suporter terbaik dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Satu-satunya kelompok suporter besar yang tetap tinggal “liar” adalah Aremania. Klub dan Pemda tidak memberi bantuan dana atau berkeinginan membuat organisasi formal untuk suporter. Para suporter tetap membuat kelompoknya sendiri dengan keinginan mereka sendiri, kelompok-kelompok ini mereka sebut dengan Korwil (Koordinator Wiyalah). Di Malang sekarang ini sekurang-kurangnya ada 125 Korwil Aremania. Tiap Korwil punya seorang ketua yang hanya bertugas mengumpulkan suporter di wilayahnya menjelang Arema bertanding. “Tidak perlu organisasi-organisasian. Kalau ada organisasi itu repot, nanti malah diatur-atur, disuruh begini, disuruh begitu, bayar ini, bayar itu. Apalagi kalau sampai dikait-kaitkan sama partai politik segala,” kata Ponidi—dikenal sebagai Tembel—Ketua Korwil Stasiun. Meski tiap Korwil punya ciri khas sendiri, yang ditandai dengan bendera, spanduk, seragam, dan dandanannya, komando di stadion tetap ada di tangan dirigen. Hanya Yuli dan Kepet yang mampu mengatur dan menenangkan merea. “Pengurus klub atau walikota sekalipun tidak akan bisa ada artinya bagi suporter. Dia tak akan mampu mengatur 30 ribu orang. Tapi begitu Yuli atau Kepet yang ngomong, ya semuanya manut,” jelas Tembel.

Yuli adalah pemuda dari keluarga miskin yang tinggal di sebuah kampung di bagian timur Malang. Sebelum menjadi dirigen Aremania, sejak lulus dari sebuah Madarasah Aliyah, Yuli bekerja sebagai pencuci mikrolet—angkutan umum dalam kota. Ia biasa bekerja dari jam 4 sore hingga jam 12 malam, dari pekerjaannya, dalam sehari Yuli bisa memeroleh 10 ribu hingga 15 ribu rupiah.

Sejak menjadi dirigen, Yuli praktis berhenti bekerja. Menurutnya pilihan ini adalah saran orangtuanya yang tak tahan melihat Yuli menghabiskan hampir semua waktunya untuk mengurusi sepakbola, sepakbola, dan sepakbola. Ia kini menggantungkan hidupnya pada orangtuanya. Bapaknya, Asip, bekerja sebagai tukang kayu panggilan. Semenntara ibunya, Juwariyah, mendapatkan uang dengan menjual makanan rumahan bikinannya ke warung-warung di sekitar kampungnya. Yuli mengatakan setiap hari mendapat uang saku antara 500 hingga 2000 rupiah dari bapak atau ibunya. “Yul, ini ada sedikit uang untuk beli rokok,” kata Yuli menirukan ibunya.

Jika Liga sedang berjalan—yang berarti setiap minggu hampir selalu saja ada pertandingan sepakbola—Yuli harus menyisihkan sedikit jatah uang rokoknya agar bisa membeli tikat dan masuk stadion. Tetapi kalau kondisi keuangan keluarganya yang benar-benar sulit, Yuli kadang terpaksa menjual asesoris-asesoris suporternya untuk bisa membeli tiket. Tak jarang ia harus merelakan kaus atau syal kesayangannya dengan harga 10 hingga 20 ribu rupiah. “Sebenarnya sedih juga, karena barang-barang itu punya nilai sejarah bagi saya. Tapi saya akan lebih sedih lagi kalau tidak bisa masuk ke stadion dan menjadi dirigen bagi teman-teman,” katanya. Kadang-kadang Yuli juga membantu menjual tiket pertandingan. Beberapa hari sebelum pertandingan Yuli akan mengambil tiket di Mess Arema. Untuk tiap tiket seharga 10 ribu rupiah bisa dijualnya ia mendapat bagian 10 persen atau seribu rupiah. Agar bisa nonton pertandingan sekurang-kurangnya Yuli harus bisa menjual 10 tiket.

Seperti kebanyakan pemuda kota yang tinggal di kampung padat dan miskin, Yuli gemar sepakbola dan sering terlibat tawuran (perkelahian massal) antarkampung. “Buat saya dulu tawuran adalah bagian dari sepakbola. Sepakbola nggak ada tawuran seperti sepakbola banci,” kata Yuli. Ia kemudian bercerita, beberapa tahun lalu—sebelum menjadi dirigen—bersama 30 temannya ia datang ke Jakarta untuk melihat Arema bertanding. Ia berangkat dari rumah dengan sudah menyiapkan sebilah pedang. “Waktu itu, ini perlengkapan standar,” katanya. Di Jakarta ia terlibat bentrokan dengan kelompok Bonek di depan Stasiun Pasar Senen. Mula-mula hanya saling melempar batu, tapi kemudian menjadi saling kejar, memukul dengan potongan kayu atau besi, bahkan hingga sabetan pedang. “Yang saya ingat, keesokan harinya saya baca di koran ternyata ada 3 orang Bonek yang mati. Sementara kami semua selamat,” katanya.

Yuli kini ingin melupakan masa lalunya. Di ruang tamu rumahnya yang sempit, ia memasang fotonya ketika bersalaman dengan Ketua PSSI Agum Gumelar. Di foto itu, Yuli—berambut gondrong dan berkaus Arema warna biru—tampak tersenyum bangga. Katanya, “Saya diundang di acara pembukaan Liga Indonesia dan dikirimi tiket pesawat untuk hadir mewakili suporter”.

Karena tak bekerja, sehari-hari Yuli menghabiskan waktunya dengan nongkrong sja. Saya ingat waktu bertemu dengannya pertama kali tiga tahun lalu, ia tengah nongkrong di Salon Cimenk yang terletak beberapa ratus meter saja dari rumahnya. Didik, pemilik salon ini, adalah teman Yuli sesama Aremania. Ketika saya datang rupanya mereka sedang membicarakan rencana menjahit pakaian dirigen baru buat Yuli. Untuk urusan dandanan Yuli mengaku memang sering dibantu Didik. Sekali mencat rambut ia cuma akan membayar 10 atau 20 ribu. Tapi Yuli lebih sering tak membayar, karena ia memang jarang punya cukup uang. Suatu ketika karena merasa sungkan dan terlalu sering tidak membayar, sebelum berangkat ke stadion Yuli pernah mencat saja rambut gondrongnya dengan cat kayu, warna biru. Jelasnya, “Agar mudah membersihkannya, saya lumuri dulu rambut saya dengan minyak goreng, setelah itu baru saya cat. Saya ingin selalu bisa menarik perhatian di lapangan.”

Yuli punya cukup banyak koleksi asesoris Aremania. Dengan bersemangat ia menunjukkan koleksi kaus dan pakaian dirigennya pada saya. Yuli punya macam-macam kaus Arema, dari kaus seperti yang dipakai para pemain—warna biru putih—sampai kaus-kaus bergambar kepala singa, lambang Arema, yang memang punya julukan sebagai tim Singo Edan (singa gila). Kebanyakan kaus macam ini bertuliskan “Kera Ngalam” atau “Ongis Nade”. Keduanya adalah bahasa slang Malang yang berarti “Arek Malang” dan “Singo Edan”.

“Saya biasanya pakai kaus Arema, tapi bawahannya bisa ganti-ganti, yang penting warna dan modelnya menyolok mata. Seorang teman suporter pernah memberi saya pakaian Skotlandia,” kata Yuli sembari mengeluarkan pakaian bermotif kotak-kotak khas skotlandia dari lemarinya. Sebentar kemudian ia mengeluarkan lagi beberapa pakaian, dari yang berbahan kulit sintetis hingga kain sarung dan kain perca. Hampir semua pakaian ini dirancang sendiri oleh Yuli. Biasanya ia mendapat ide model-model pakaian baru setelah menonton pertandingan sepakbola Liga Italia atau Inggris di televisi.

Saya membuka-buka koleksi foto Yuli. Ia memberikan penjelasan detil untuk tiap foto yang saya lihat. Ketika saya sampai pada sebuh foto yang memerlihatkan sepasang lelaki dan perempuan berbaju pengantin, sementara di sekelilingnya adalah laki-laki dan peremuan yang semuanya berkaos biru Arema, Yuli menjelaskan bahwa itu adalah acara pernikahan seorang Aremania. Ia malah menceritakan tentang seorang Aremania lain yang naik haji ke Mekkah dengan membawa syal dan bendera Arema.

Kamar Yuli kecil saja, 3 kali 3 meter. Dindingnya dicat biru, dipenuhi poster dan macam-macam hiasan dinding yang berbau Arema. Sebuah poster paling besar, kira-kira berukuran 1 kali 1,5 meter, dibuat dengan teknik cetak yang baik, memerlihatkan gambar kepala singa, foto tim Arema, dan ribuan suporter Arema. Bagian bawah poster itu bertuliskan “Di saat prestasi bangsa Indonesia sedang terpuruk, bumi pertiwi bersimbah darah, nusantara sedang tercabik, Aremania melalui panggung sepakbola telah membuat jutaan pasang mata di layar kaca terkagum oleh sportivitas,” kemudian dilanjutkan dengan kalimat-kalimat berbahasa Inggris, “Aremania, pride of the city, friendship without frontier, footbal without violence, the incorporable suporter, the incredible Malangese”.

Di kamar ini Yuli mengarang tarian dan lagu-lagu buat Aremania. Sebenarnya ia tak benar benar-benar mengarang, ia hanya memodifikasi saja syair lagu-lagu yang sudah ada, sementara nada dan iramanya tetap dipertahankan. Sumbernya bisa datang dari mana saja. Bisa lagu-lagu tentara Indonesia, lagu pop, lagu anak-anak, lagu pramuka, lagu selamat ulang tahun, sampai lagu suporter Juventus, suporter kesebelasan Cili, atau lagu marinir Amerika yang dilihatnya di film atau televisi. Yuli hafal di luar kepala semua lagu yang berjumlah 30-an itu. Untuk tarian, Yuli mengaku sekenanya saja. Prinsipnya adalah ia harus bisa membuat gerakan tubuh yang mudah ditirukan dan dingat orang lain. Menurut Yuli, seringkali para suporter juga memberikan usulan tarian dan lagu baru beberapa saat sebelum sebuah pertandingan dimulai.

Kini orang ramai berdatangan ke Stadion Gajayana. Mereka datang bukan hanya untuk sepakbola, tetapi juga untuk melihat bagaimana Aremania menyanyi dan menari. Dulu menonton sepakbola di Gajayana hanyalah monopoli orang-orang pribumi laki-laki, tapi kini perempuan dan orang-orang keturunan Cina juga datang menonton ke stadion. Hampir-hampir tak ada lagi kerusuhan dan perkelahian.

“Cita-cita saya, pagar besi pembatas tribun dengan lapangan nanti tidak perlu ada lagi. Jadi kita menonton sepakbola dengan enak, tidak ada perkelahian, tidak ada suporter yang mengganggu pemain. Saya juga ingin semua golongan bisa bersatu di sini. Kaya atau miiskin, laki-laki atau perempuan, Cina atau bukan Cina, pejabat atau orang biasa, Islam atau Kristen, di sini semuanya bisa sama,” kata Yuli.

Sumber : yossyrahadian.wordpress.com

*Nantikan Artikel dan Liputan lain tentang dirigen Supporter di Indonesia*

About these ads

About Hendy Prima Satya

Supporter Indonesia

Diskusi

32 thoughts on “Mengenal Sang Dirigen- Aremania – Yuli Sumpil

  1. Yuli sumpil?? Sapa yah?? Ga kenal dan ga terkenal… Maaf!!

    Posted by Wew | 01/03/2010, 19:04
  2. urusanmu le
    gag usah comment lek gag ngerti
    seng penting akeh seng ngerti

    Posted by woi | 01/03/2010, 19:44
  3. Buat aremania yg baca coment2 yang menghina , makian Dll jangan hiraukan / jangan terpancing membalas coment mereka karna bangsa indonesia tau AREMANIA adalah suporter yang dewasa .

    Posted by Bengeb | 01/03/2010, 22:22
  4. Aku adalah seorang Aremania

    Salam utas awij ker

    Thanks untuk Aremania

    Posted by Frisnanda Center | 01/03/2010, 23:10
  5. YULI SUMPIL ADALAH DIRIGEN YG MENGOMANDANI KATA” RASIS TERHADAP BONEK KETIKA PERSEBAYA TIDAK DI ISL TIAP AREMA DISIARKAN DI TV BERTAHUN” DIA MENJADI DIRGEN KATA” RASIS TERHADAP BONEK..YULI SUMPIL MEMPELOPORI KATA” RASIS DI DALAM STADION..JADILAH KATA” RASIS UMUM DI NYANYIKAN DISTADION..SELAMAT BUAT YULI SUMPIL

    Posted by BONEK SEJATI | 01/03/2010, 23:33
  6. bonek sejati… :hammer

    klo gag ngerti sejarah jangan asal nyrocos.. :batabig

    YULI SUMPIL..my faforit
    :recsel :recsel :recsel

    Posted by andy | 02/03/2010, 00:35
  7. Yuli Sumpil, Nama besar dan karyamu bagi AREMA telah dikenal di manca negara. Terus setelah menyaksikan berbagai pertandingan di Liga Eropa, dapat saya katakan bahwa YULI SUMPIL dan AREMANIA INDONESIA adalah sebuah fenomena suporter yang sangat unik di dunia.
    Tingkatkan kreativitasmu dan kobarkan semangatmu.

    Salam Satu Jiwa
    Aremania di Bumi Eropa

    Posted by AREMANIA GERMANY | 02/03/2010, 02:02
  8. Yg ga tau arema smua minggir,aremania mau coment:
    Fenomena luar biasa sudah terbiasa ada di malang terutama di kanjuruhan.Sam Yuli adlh presiden aremania,biarpun presiden aremania bukan manggil pak tp sam(mas) skrg mana ada presiden dipanggil mas.sam yuli adlh aremania sejati,ramah dan paling pny loyalitas tanpa batas,perjuangan mendukung arema mengalir sepanjang badan.ayas sbg aremania terharu bangga atas kepemimpinan sang derigen aremania apalgi pas pertandingan mulai.nyanyian padamu negri dgn mengangkat syal bertuliskan arema adalah ciri khas aremania.tetap berkreasi sam YULI kami aremania bertekat berubah menjadi supporter cnta damai dan anti rassis,kami tau smua hal perbuatan buruk berakibat fatal demi kemajuan arema indonesia.
    FORZA AREMA INDONESIA SALAM SATU JIWA

    Posted by Dodik aremaisme | 02/03/2010, 06:29
  9. Gak usa saling mencerca jelas Yully Sumpil dgn Hamim gimbal tu beda
    Kalian toh bs lihat keunikan msg” mrk smua pny kelebihan drpd qt klo qt lebih hebat knp bkn qt aja yg jdi dirigentnya hahahahahaha

    Posted by Biru Aremanita | 02/03/2010, 09:28
  10. yuli sumpil ncen josss…

    Posted by bebeghgomezh | 02/03/2010, 09:32
  11. sebelumnya makasi bwat seluruh aremania indonesia yg sudah menunjukkan bahwa kita sudah dewasa (s1JW) mas yuli maksih banyak karna kmu udah bnyak berjasa buat tim kesayangan kita semua “AREMA Indonesia” dan bnyak memberikan warna yang begitu indah di stadion manapun seluruh indonesia (ex.gelora 10 nopember) ketika AREMA berlaga . . . . . terima kasih banyak . . .

    Posted by fauzie ahmad | 02/03/2010, 11:40
  12. pribadi yang unik,,

    indonesia butuh jutaan orang yg kayak gini bila ingin sepakbola maju..

    _indonesia damai_

    Posted by indonesia damai | 02/03/2010, 21:21
  13. bukti kedewasaan suporter aremania……kalau gak layak gak mungkin di muat ker…..yang koment ngalor…ngidur…..biar saja…anggepen wong gendeng tas belajar ngenet…..sasaji :recsel :recsel :recsel :recsel

    Posted by sablah-aremania borneo | 02/03/2010, 22:42
  14. Wah yuli sumpil bner2 hbat.biarpun dia dri orang kere tpi jiwanya bondho dhuwit.biarpun dia seorang drijen yg amat brpngruh bgi aremania dia msuk stdion tetep byar tket.thuw smua dlakukan demi totalitas&loyalitasnya dkung arema.slam satu hati aremania.

    Posted by Pasoepati | 03/03/2010, 00:07
  15. Wah yuli sumpil bner2 hbat.biarpun dia dri orang kere tpi jiwanya bondho dhuwit.biarpun dia seorang drijen yg amat brpngruh bgi aremania dia msuk stdion ttep byar tket.thuw smua dlakukan demi totalitas&loyalitasnya dkung arema.slam satu hati aremania.

    Posted by Pasoepati adja | 03/03/2010, 00:08
  16. joelleeezzzzzz…..tanda tangan 4x dlm sehariiii!!!
    melebihi oarang minum obat…hebat …lum ayahabbbb

    Posted by tama runyam | 03/03/2010, 10:09
  17. Angkat topi buat sam yuli, perasaan bangga, sedih, haru, bahagia, campur aduk setelah membaca biografi sam yuli.
    Salam Satu Jiwa dan Damai Bersaudara dari Kami Boromania.
    Best regard to Yuli Sumpil.

    Posted by Syarief Boromania | 03/03/2010, 14:25
  18. yah juli yg mengawali ya yuli tentu tahu kapan berakhir,realitanya skrg sdh qt lihat di dalam stadion apa yg terjadi ,sepakat nyanyi no rasis ,AREMA CINTA DAMAI …ayo kita junjung tinggi slogan itu dan harga mati tuk menuju AREMANIA GO INTERNASIONAL ,lak oyi ta jes.dunia wis itreng.

    Posted by mr.jo | 03/03/2010, 15:33
  19. cerita perkelahian ama bonek cuma halusinasi yuli.biar ada cerita pernah kelahi.wkkkkkkwkkkkk

    Posted by kutu kupret | 03/03/2010, 17:43
  20. julezz….mantab abiz!!!!!!

    Posted by yuly | 14/04/2010, 17:08
  21. Punya contact personnya yuli n alamat rumahnya ta???

    Posted by Kiki | 21/04/2010, 00:46
  22. sy ngefans banget sm yuli bumi borneo salam kpd aremania di seluruh indonesia by: aiz pusamania

    Posted by Aiz Pusamnania | 23/04/2010, 16:07
  23. sam ojo mundur se tunggu penggantimu Q hafni aremania brebes

    Posted by hafni | 11/07/2010, 13:32
  24. aku Arek Sumpil Asli, aku kenal Yuli sejak aku lahir, aku yo ngerti sak bendinone Yuli …
    dadi sopo wae sing ngoceh macem² tak sobek lambemu kene…

    Posted by limpuz | 27/07/2010, 17:55
  25. MOHON MAAF BAGI KAUM YANG TIDAK MENGENAL SOSOK NAMA YULI SUMPIL JANGAN KOMENTAR.

    Aremania rukun tanpa ada ketua umum.
    Tertib walaupun bukan yayasan.
    Bersatu tetapi tidak ada susunan hirarkis.
    Aremania itu bersifat inklusif melainkan ekslusif.

    .ɐʍıɾ nʇɐs ɯɐlɐs ɐzɐƃ ɹnlɐɾ ɐɯǝɹɐ.

    Posted by bucex | 30/09/2010, 13:28
  26. arema kalian gag pernah ngerasain d cekal d kota org kami bonek ud prnar ngerasain itu smua klo anarkis setaengah 2 podo ae konend koyok asu

    Posted by viant | 05/10/2010, 15:40
  27. arema kalian gag pernah ngerasain d cekal d kota org kami bonek ud prnar ngerasain itu smua klo anarkis setaengah 2 podo ae konnd koyok asu
    salam sakit jiwa aremaling……………?????

    Posted by viant | 05/10/2010, 15:43
  28. ayo mas neng jakarta aku ponakanmu anake pak bun

    Posted by Ricky | 16/10/2010, 13:04
  29. Malas uTas awij Aremania…

    Kipa Loop buat sam YuLi…
    seseorang yang bisa membawa aremania n aremanita hanyut dalam nyayian Aremania…
    memberikan tarian khas Arema penyatu jiwa aremania di indonesia…

    1000 JempoL gawe sam YuLi..

    SaLam dr Aremania Jember…

    Posted by SabLeng | 22/10/2010, 23:01
  30. wooh , kampreet ! atase kabeh metehek ae . yuli lho ga sebaik ya kalian kira . hha , aku ero kabeh cook . arema iki bedes , jar mbah GOOGLE . menang pisan ae gaya . persebaya lho ga kakean cangkem koyok arema . menang pisan ae koar koar cangkeme . heeh , urusi sek congor singomu . ojok urusi bajol ku tala . week :p

    Posted by clara bonita ambalat | 09/12/2010, 19:04
  31. ini Yuli sumpil yg mengalungkan bunga ke saya waktu KSN 2007 di malang kan? kamu yang dukung saya kan? ke6tika perwakilan supporter lain mengejek saya? hebat.. kamu memang hebat.. pilihat kamu tepat nak..

    o ya.. duitnya dah habis belum?.. kalo sudah telpon saya ya..

    Posted by nurdin halied | 02/03/2011, 22:19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Latest Tweet

  • @LazadaID dear Lazada, pesanan saya 305831769 hingga skrng blm sampai, ada masalah di pengiriman atau bagaimana? 4 weeks ago
  • Super Sunday : PERSIJA vs AREMA Live RCTI 18.30 WIB (Stadion Utama Gelora Bung Karno) 3 months ago
  • Next ISL Persisam Vs Barito Putera Live ANTV 1 year ago
  • Bobotoh yang berada di tribun selatan membentangkan spanduk bertuliskan "Lindungi Persib Dari Calo Yang Terkutuk" sebelum kick off 1 year ago
  • Bobotoh Kutuk Calo Tiket Persib Vs Arema 1 year ago
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: